Tips & Tricks Business & Strategy Payment & QRIS

Strategi Voucher untuk Merancang Event Photobooth yang Lebih Interaktif

11 Agustus 2026 Snapdulu Administrator 6 min read
Strategi Voucher untuk Merancang Event Photobooth yang Lebih Interaktif

Voucher dalam event photobooth dapat berfungsi lebih dari sekadar potongan harga. Kode promo bisa menjadi alasan bagi pengunjung untuk datang, mencoba booth, membagikan hasil foto, hingga kembali melakukan sesi berikutnya. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis voucher dan aturan penggunaan yang sesuai dengan tujuan event.

Snapdulu mendukung diskon custom, voucher nominal tetap, serta template yang dapat digunakan ulang. Fitur voucher tersebut juga dapat dipadukan dengan pengaturan harga, durasi sesi, format cetak, template overlay, dan branding sesuai kebutuhan masing-masing event.

Dua Tipe Voucher dengan Peran Berbeda

Voucher full atau gratis cocok untuk meningkatkan partisipasi. Jenis ini dapat dipakai ketika penyelenggara ingin mengundang pengunjung mencoba photobooth, membangun keramaian, atau memberikan hadiah setelah peserta menyelesaikan aktivitas tertentu.

Sementara itu, voucher potongan harga ditujukan untuk mendorong transaksi berbayar. Nilainya dapat berupa diskon custom atau nominal tetap, sehingga besaran promo bisa disesuaikan dengan anggaran dan sasaran event.

Enam Konsep Event dengan Voucher

1. Grand opening atau launching booth

Pada hari pembukaan, bagikan voucher full kepada pengunjung pertama dengan kuota yang sudah ditetapkan. Informasi tentang sesi gratis untuk peserta pertama dapat menjadi alasan bagi pengunjung untuk datang lebih awal dan membuat area booth segera terlihat ramai.

Setelah kuota gratis terpenuhi, tawarkan voucher potongan harga kepada peserta berikutnya. Antrean tetap memiliki alur promosi, sementara booth masih membuka peluang transaksi berbayar.

2. Acara kampus, komunitas, atau gathering

Jadikan voucher full sebagai hadiah yang terhubung dengan aktivitas acara. Peserta dapat memperoleh kode setelah melakukan registrasi, mengikuti aktivitas komunitas, mengikuti akun, atau mengunggah hasil foto dari booth.

Dalam skenario ini, photobooth tidak berdiri sendiri sebagai fasilitas tambahan. Penggunaannya menjadi bagian dari rangkaian interaksi yang sudah berlangsung di acara tersebut.

3. Promo pada jam sepi

Voucher potongan harga dapat diberlakukan hanya pada periode operasional yang biasanya kurang ramai. Cantumkan waktu penggunaan secara jelas agar pengunjung memiliki alasan untuk memilih jam tersebut.

Aturan berbasis waktu juga membantu tim membatasi kuota promo. Potongan harga tidak perlu diberikan sepanjang event ketika tujuan utamanya adalah memindahkan sebagian permintaan ke jam tertentu.

4. Event referral

Rancang kode referral untuk pelanggan yang mengajak teman. Pelanggan lama dapat menerima voucher full atau voucher potongan harga, sedangkan teman yang diajak memperoleh voucher untuk sesi pertama.

Alur ini membuat satu kunjungan berpotensi membawa pengguna baru. Mekanismenya perlu menjelaskan siapa yang mendapatkan voucher, kapan kode dibagikan, dan apakah kode hanya dapat digunakan satu kali sesuai aturan event.

5. Giveaway berbasis konten

Minta peserta mengunggah foto dari booth menggunakan hashtag event. Setelah syarat terpenuhi, penyelenggara dapat memberikan kode voucher berikutnya atau kesempatan sesi gratis berdasarkan ketentuan giveaway.

Hasil foto tidak berhenti sebagai output sesi photobooth, tetapi menjadi bagian dari aktivitas promosi setelah peserta meninggalkan lokasi. Voucher full dapat digunakan sebagai hadiah utama, sedangkan voucher potongan harga dapat dipakai untuk membagikan lebih banyak kode.

6. Bundling dan repeat visit

Setelah sesi pertama selesai, tawarkan voucher potongan harga untuk sesi kedua, cetak tambahan, atau kunjungan berikutnya. Penawaran ini dapat disampaikan bersama hasil foto agar peluang penggunaan lanjutan tetap terhubung dengan pengalaman yang baru saja diterima pengunjung.

Untuk mengelola harga, durasi sesi, format cetak, dan voucher dalam satu kebutuhan operasional, penyelenggara dapat memakai platform seperti Snapdulu sesuai skenario event yang dirancang.

Tetapkan Aturan Promo Sebelum Booth Dibuka

Tim lapangan perlu memiliki aturan yang sama sebelum event dimulai. Setidaknya, tentukan beberapa hal berikut:

  • Jumlah voucher yang tersedia.
  • Masa berlaku setiap voucher.
  • Kuota penggunaan.
  • Nominal atau persentase potongan.
  • Apakah voucher berlaku untuk booth atau lokasi tertentu saja.

Kuota terbatas dapat digunakan untuk voucher full yang ditujukan bagi peserta awal atau pemenang aktivitas. Sementara itu, voucher potongan harga dapat diarahkan ke jam sepi, sesi kedua, atau kunjungan berikutnya. Snapdulu juga menyediakan pengaturan harga di aplikasi serta dukungan operasional offline dan online dengan voucher pada beberapa paketnya.

Susun Alur Penggunaan yang Mudah Dipahami

Pengunjung sebaiknya tidak perlu menebak langkah berikutnya ketika menerima promo. Alur di lapangan dapat dibuat seperti ini:

  • Pengunjung menerima atau memenangkan kode voucher.
  • Kode dimasukkan atau ditunjukkan sesuai mekanisme event.
  • Sesi photobooth diselesaikan menggunakan voucher yang berlaku.
  • Hasil foto diterima oleh pengunjung.
  • Pengunjung mendapatkan informasi tentang promo berikutnya, bila ada.

Voucher juga dapat dipadukan dengan sistem pembayaran Snapdulu yang mencantumkan QRIS dan beberapa payment gateway di situs resminya. Persiapan mekanisme voucher dan pembayaran sejak awal membantu tim menjaga proses penggunaan tetap konsisten.

Ukur Dampak Promo, Bukan Hanya Keramaian Booth

Jumlah pengunjung yang ramai belum cukup untuk menilai keberhasilan voucher. Bandingkan jumlah kode yang dibagikan dengan jumlah voucher yang benar-benar digunakan. Setelah itu, periksa sesi berbayar, pendapatan, dan biaya promosi.

Untuk melihat dampak lanjutan, catat pula pelanggan yang kembali menggunakan voucher untuk sesi kedua, cetak tambahan, atau kunjungan berikutnya. Data tersebut membantu menunjukkan apakah promo menghasilkan transaksi lanjutan atau hanya partisipasi satu kali.

Optimalkan Promo Berdasarkan Hasil Evaluasi

Pilih jenis voucher berdasarkan tujuan utama event: gunakan voucher full ketika targetnya adalah partisipasi dan perhatian awal, lalu gunakan voucher potongan harga ketika targetnya adalah transaksi, pengisian jam sepi, atau kunjungan ulang.

Selanjutnya, baca rasio antara voucher yang dibagikan dan voucher yang digunakan. Jika penggunaan rendah, periksa kembali masa berlaku, kuota, serta alur penukaran. Jika penggunaan tinggi tetapi sesi berbayar dan pendapatan belum sesuai harapan, evaluasi besaran nominal atau persentase diskon. Hasil pengukuran ini dapat menjadi dasar untuk menyesuaikan aturan voucher pada event berikutnya.

Bagikan Artikel Ini

Bermanfaat? Bagikan dengan teman-temanmu!

Temukan Lainnya Artikel

Eksplor lebih banyak tips, tutorial, dan update terbaru seputar manajemen photobooth

Photobooth Tips Business Strategy Technology Event Photography